Welcome to a dr. Primandono Perbowo, SpOG (K) Onk
Disgerminoma mungkin terdengar asing bagi sebagian besar orang, namun dalam dunia medis, ini adalah jenis kanker ovarium yang paling umum ditemukan pada remaja dan wanita muda. Meskipun tergolong ganas, disgerminoma memiliki tingkat keberhasilan pengobatan yang sangat tinggi jika ditangani dengan cepat.
Disgerminoma adalah tumor ganas (kanker) yang berkembang dari sel germinal di ovarium. Sel germinal adalah sel-sel yang secara alami bertugas membentuk sel telur (ovum).
Berbeda dengan kanker ovarium pada umumnya yang menyerang wanita lanjut usia (tipe epitel), disgerminoma biasanya menyerang wanita di bawah usia 30 tahun. Tumor ini cenderung tumbuh cepat namun sangat responsif terhadap terapi medis.
Karena letaknya di dalam rongga panggul, gejala awal sering kali samar dan sering dianggap sebagai gangguan pencernaan atau nyeri haid biasa. Identifikasi awal dapat dilakukan dengan memperhatikan tanda-tanda berikut:
Massa atau Benjolan di Perut: Terasa ada jaringan keras atau pembengkakan di area perut bawah atau panggul.
Nyeri Panggul Akut atau Kronis: Rasa sakit yang datang tiba-tiba (akibat tumor yang terpuntir atau pecah) atau rasa pegal yang terus-menerus di area panggul.
Perut Membesar (Kembung): Perut terasa penuh atau membuncit secara tidak wajar dalam waktu singkat, bukan karena kenaikan berat badan.
Gangguan Pencernaan dan Berkemih: Tekanan tumor pada organ sekitarnya dapat menyebabkan sering buang air kecil atau sembelit.
Pubertas Dini: Pada anak-anak, tumor ini terkadang memicu hormon yang menyebabkan tanda-tanda pubertas lebih awal dari seharusnya.
Secara medis, tidak ada cara pasti untuk mencegah disgerminoma karena faktor risikonya seringkali terkait dengan genetika atau gangguan perkembangan organ reproduksi (seperti dysgenesis gonadal). Namun, langkah antisipasi berikut sangat penting untuk menurunkan risiko komplikasi:
1. Deteksi Dini melalui Skrining Mandiri
Lakukan pemeriksaan perabaan perut secara mandiri. Jika merasakan adanya benjolan yang tidak biasa atau keras di area perut bawah, segera lakukan pemeriksaan medis.
2. Pemeriksaan Medis Secara Berkala
Bagi wanita muda, melakukan pemeriksaan panggul rutin atau USG abdomen jika mengalami gangguan siklus menstruasi yang ekstrem atau nyeri perut kronis adalah langkah antisipasi yang bijak.
3. Pemeriksaan Penanda Tumor (Tumor Marker)
Jika terdapat kecurigaan medis, antisipasi dilakukan melalui tes darah untuk melihat kadar protein tertentu. Parameter yang biasanya diperiksa adalah:
LDH (Lactate Dehydrogenase): Penanda paling umum untuk disgerminoma.
hCG dan AFP: Untuk membedakan disgerminoma murni dengan jenis tumor sel germinal lainnya.
4. Konsultasi Genetika
Jika terdapat riwayat gangguan perkembangan seksual atau kelainan kromosom dalam keluarga, konsultasi dengan ahli genetika dapat membantu memetakan risiko sejak dini.